Selasa, 24 Desember 2013

Golkar Kawal Pengesahan RUU Desa Agar Program Membangun Dari Desa Segera Terwujud

JAKARTA, MEDIA CENTER – Partai Golkar mewujudkan komitmennya untuk meningkatkan pembangunan berkeadilan dengan mendorong konsep pembangunan dimulai dari desa. Salah satunya, dengan menggolkan Undang-Undang Desa yang disahkan pada hari ini, Rabu (18/12/2013) dalam Rapat Paripurna DPR RI. 
“Fraksi Golkar sendiri selama tahun 2013, menempatkan RUU Desa ini sebagai prioritas untuk disahkan,” ujar Ketua Komisi II DPR RI dari Fraksi Golkar Agun Gunandjar Sudarsa di Jakarta, Rabu (18/12/2013).
Agun menjelaskan, desa sangat penting sebagai basis pembangunan. Karena itu, RUU Desa itu diprioriaskan karena akan berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.
Melalui RUU Desa tersebut, jelas dia, Golkar telah mengusulkan agar setiap desa mendapatkan anggaran sebesar Rp 1 miliar untuk peningkatan kesejahteraan. Sebesar 30% dari anggaran itu digunakan untuk operasional dan sisanya, 70% untuk program pembangunan.
“Itu selaras dengan konsep pembangunan Golkar yang membangun mulai dari desa,” jelas dia.Agun mengatakan, dengan disahkannya UU tersebut, maka masyarakat desa akan menjadi semakin produktif. Sebab, mereka bisa membangun desanya sendiri sesuai dengan potensi yang dimiliki. Titik berat pada pembangunan dari desa, lanjutnya, ke depan akan berdampak pada pengurangan angka urbanisasi.
“Pembangunan dari desa merupakan upaya peningkatan kapasitas perekonomian, SDM sekaligus pemerataan hasil-hasil pembangunan. Lahirnya UU ini diharapkan ketimpangan antara kota dan desa bisa semakin mengecil,” tuturnya.
Dalam implementasinya, jelas dia, anggaran akan ditransfer langsung dari APBN ke desa. Tidak lagi melalui kementerian/lembaga.
“Transfer dana dari APBN langsung ke kas desa akan sangat penting  mengingat dana alokasi umum dan dana alokasi khusus tidak mampu menjangkau pembangunan di pedesaan dan daerah pelosok. Akibatnya infrastruktur di desa masih sangat tertinggal, sehingga daya saing desa masih rendah,” tambah dia.
Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, saat ini Indonesia memiliki 72.944 desa.

Selasa, 27 Agustus 2013

Generasi Muda dan Politik


       
Menyadari pentingnya pengetahuan dan pemahaman politik, kaum muda harus lebih peduli terhadap perpolitikan Indonesia dengan tidak bersikap apatis. Kaum muda seharusnya berani untuk duduk di Pemerintahan menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Bila kaum muda sudah tidak peduli terhadap masalah politik, lalu siapakah yang kelak memimpin bangsa Indonesia. Soekarno pernah menyatakan “Beri aku seribu orang, dan dengan mereka aku akan menggerakkan Gunung Semeru, Beri aku sepuluh pemuda yang membara cintanya kepada tanah air, dan aku akan mengguncang dunia." Soekarno menyadari bahwa semangat kaum muda yang kelak melakukan perubahan menuju bangsa yang lebih baik.

      
      Melihat realita sekarang, sulit melihat kaum muda (mahasiswa) peduli akan perpolitikan. Selain mahasiswa yang mengambil jurusan politik tentunya, mereka umumnya tidak peduli dengan kondisi politik sekarang. Mahasiswa umumnya lebih asik dengan dunia remaja, pergaulan bebas, hura-hura, dan sebagainya. Hanya sedikit mahasiswa yang benar-benar peduli dan berpikir kritis mengenai politik. Padahal politik adalah sesuatu yang vital menjadi landasan arah berbagai kebijakan bangsa. Keputusan perundang-undangan dari hasil politik sangat mempengaruhi bidang ekonomi, hukum, sosial, budaya,keamanan dan ketahanan negara.

        Kaum muda (mahasiswa) seharusnya memiliki rasa keingintahuan kondisi politik Indonesia saat ini. Dengan mahasiswa menyadari pentingnya politik, mereka akan berusaha mengkritisi perpolitikan yang terjadi. Mahasiswa yang hendak berunjuk rasa, seharusnya sadar akan yang mereka inti dari perjuangan ketika berunjuk rasa. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh kaum muda (mahasiswa), seperti turut serta dalam pemilih ketika pemilihan umum, tidak terhasut politik uang yang dilakukan sejumlah partai politik, dan berani menentukan pilihan serta menjadi pemain langsung dalam perpolitikan.

        Salah satu solusi nyata adalah memberikan pendidikan politik kepada anak-anak muda ketika duduk di bangku sekolah. Dengan pengetahuan dan pemahaman yang baik maka kaum muda mengerti betapa pentingnya politik untuk dipelajari. Setelah itu dilaksanakan secara maksimal, kelak banyak pemuda yang tertarik untuk terjun ke dunia politik. Dalam pemberian pendidikan politik harus diimbangi dengan pendidikan mental dan akhlak yang kuat, karena perilaku baik dapat berubah menjadi tercela ketika sudah duduk di pemerintahan, ini dapat terjadi akibat sistem politik itu sendiri dan godaan yang kuat untuk berbuat  tidak benar seperti korupsi kolusi dan nepotisme..Setelah itu harus ada program kelanjutan dari Pemerintah ketika kaum muda memasuki dunia kampus. Pemerintah harus serius menangani hal ini, karena pemerintah memiliki hak dan wewenang dalam mengatur kurikulum pendidikan.  Menyadari pentingnya pengetahuan dan pemahaman politik, mahasiswa harus lebih peduli terhadap perpolitikan yang terjadi Indonesia. Kaum muda seharusnya berani untuk bercita-cita menjadi wakil rakyat. Bila kaum muda sudah tidak peduli terhadap masalah politik, lalu siapakah yang kelak memimpin bangsa Indonesia.
          Pemimpin berpendapat bahwa permasalahan bangsa adalah masalah politik, ekonomi dan hukum sehingga penyelesaian melalui jalur ini dilaksanakan dengan berbagai cara, termasuk sejumlah improvisasi yang terkadang mengejutkan seperti bantuan langsung tunai. Sebenarnya bukan masalah politik, ekonomi dan hukum yang menjadi permasalahan, walaupun yang tampak seperti demikian. Permasalahan bangsa, intinya adalah masalah budaya atau kebudayaan. Bangsa ini telah kehilangan hal yang sangat mendasar, yaitu nilai-nilai karakter sebagai bangsa pejuang dan penggagas. Selama puluhan tahun di jaman orde baru Indonesia menjadi bangsa penikmat dan diarahkan untuk hidup dalam budaya hedonis. Tidak ada ruang untuk berkreativitas, ini dibuktikan dengan dibelenggunya kebebasan pers dalam menyampaikan berita. Rakyat sangat patuh terhadap penguasa, sehingga setiap keputusan harus selalu menunggu dan meminta dahulu petunjuk bapak presiden. Rakyat menjadi kumpulan manusia tanpa kekuatan dan kehilangan budaya. Namun perilaku korup menjadi budaya bagi segilintir orang, yaitu para elite penguasa negeri.

            Terkait permasalahan ekonomi, hukum dan politik, hal terpenting solusi untuk permasalahan bangsa adalah budaya. Hal vital yang harus dibenahi oleh bangsa ini adalah kebudayaan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika permasalahan bangsa secara ekonomi, politik, hukum tidak dapat diselesaikan dengan keilmuan itu sendiri, kebudayaan lah yang akan menjawab permasalahan tersebut. Budaya jangan dipandang hanya sebagai ritual, kesenian dari budaya itu sendiri. Budaya merupakan kebiasan hidup manusia dalam kehidupan sehari-hari. Budaya disiplin, jujur, berani membela kebenaran dsb. adalah budaya yang menjadi ciri khas dan selanjutnya menjadi kebudayaan.

            Budaya pada intinya adalah kebiasaan diri agar terbentuk karakter yang tangguh dalam hal apapun. Contoh berikut dalam bidang ekonomi, sosial dan hukum. Dalam bidang ekonomi seperti orang tua sejak kecil membiasakan anak-anaknya  untuk hidup hemat dalam mengelola uang, tidak boros. Kaum muda diberikan pemahaman betapa penting untuk saling mengasihi antar sesama, dibiasakan untuk bersimpati dan bersosialisasi di lingkungan masyarakat. Dalam hukum, kaum muda dibiasakan untuk berbuat jujur dan berani mengakui kesalahan. Akhlak kaum muda dibentuk agar tidak mencontek ketika ujian, bukan karena takut oleh pengawas tetapi sadar akan kehendak pribadi, diberikan pemahaman bahwa hasil yang diperoleh selalu berbanding lurus dengan proses, maka dari itu proses (perjuangan) harus ditekankan agar kaum muda tidak berpikiran instan untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Mencontek, tidak mau menjalankan proses dengan benar adalah bibit-bibit korupsi yang dapat tumbuh dalam setiap individu. Intinya, nilai-nilai positif dalam kehidupan harus ditanamkan dalam pribadi kaum muda sebagai generasi penerus bangsa. Kaum muda harus dapat mengendalikan diri bila menjadi wakil rakyat yang mengabdi kepada bangsa Indonesia. Masa depan bangsa Indonesia ada di kaum muda sebagai generasi penerus bangsa. Diperlukan manusia- manusia yang berjiwa tangguh, terbaik dari segi pengetahuan dan pemahaman permasalahan bangsa, berkomitmen besar untuk melakukan perubahan, dan berakhlak baik  agar prilaku mereka menjadi contoh masyarakat.

             Generasi muda penerus bangsa harus membudayakan kebiasan baik tersebut, hidup jujur, disiplin, dan memiliki tekad yang kuat untuk mengubah bangsa yang dimulai dari diri masing-masing. Bila setiap orang dapat mengendalikan ego sendiri, lalu beranjak dapat mengendalikan keluarga, kemudian di lingkungan masyarakat lalu ke skala yang lebih luas yaitu negara Indonesia, mudah-mudahan bukan kepentingan kelompok atau golongan yang diperjuangkan oleh para wakil rakyat kelak. Melainkan para wakil rakyat memperjuangkan Indonesia bebas dari keterpurukan, pengangguran, kemiskinan dan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, sehingga tercipta kemerdakaan yang sejati. Oleh karena itu peranan kaum muda dalam berpolitik menjadi sangat penting, mengingat generasi penerus bangsa adalah kaum muda, yang harus memahami permasalahan bangsa dan berani menekuni dunia politik dengan budaya hidup yang baik dimiliki dari kebiasaan hidup sehari-hari.

Sumber : dari berbagai media

Sabtu, 10 Agustus 2013

Tema Hari Kemerdekaan Indonesia ke 68 Tahun 2013


Dirgahayu untuk Bangsa kita tercinta, pada bulan Agustus tepatnya tanggal 17 Agustus 2013, Indonesia kembali memperingati hari kemerdekaannya yang ke 68. Menginjak usia kemerdekaan yang ke 68 tahun, semoga Indonesia semakin maju dan berkembang pesat, berkembang yang saya harapkan bukan berkembang di bidang kriminalitas dan korupsi yang memang telah lama ini kedua bidang tersebut sangat menjadi hal yang memprihatinkan jika dipandang dengan akal sehat, bagaimana tidak korupsi menjadi hal yang biasa untuk para pelakunya. Jika seorang koruptor mengantungi milyaran dana milik negara yang harusnya dana tersebut disalurkan untuk kepentingan masyarakat malah diselewengkan untuk kebutuhan pribadi. Untuk aparat penegak hukum memang sudah ada bukti kerja dalam hal menangani tindak pidana korupsi dan sering kita jumpai di saluran televisi tentang penangkapan pelaku korupsi. Semoga dengan pengalaman-pengalaman aparat penegak hukum, mereka semakin mantap dan mengembangkan sayap dalam menjaring pihak-pihak yang merugikan negara tersebut.

Bangsa indonesia seakan dicambuk setelah kenaikan BBM, namun hal tersebut seakan pudar seiring berjalannya waktu, aktifitas tetap lancar walaupun kenaikan bahan pokok dimana-mana. Harapan demi harapan selalu kita idam-idamkan sebagai warga negara yang hanya menerima keadaan dan keputusan pemerintah. Semoga dengan naiknya BBM ini yang rencananya dana akan dimanfaatkan untuk kepentingan lain yang berhubungan dengan masyarakat tidak disalahgunakan atau diselewengkan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

Kembali ke Tema HUT Republik Indonesia Ke 68, berbunyi "MARI KITA JAGA STABILITAS POLITIK DAN PERTUMBUHAN EKONOMI KITA GUNA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN RAKYAT" Tema tersebut resmi dikeluarkan pemerintah pada 17 April 2013 lalu tentang Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-68 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2013 yang tertera jelas di halaman http://www.setneg.go.id/


Rnciannya berupa :

  • PEDOMAN PERINGATAN HUT KE-68 KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA 2013: [download ]
  • DOA PERINGATAN HUT KE-68 KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA 2013: [download ]

Minggu, 21 Juli 2013

Tips mengikuti Upacara Kasada/Kasodo suku Tengger



Upacara Kasada di Gunung Bromo makin leluasa bagi wisatawan; idealnya datang H-1 (sehari sebelum) Yadnya Kasada, 23-24 Juli 2013, agar memperoleh penginapan. Bila datang tepat hari “H” itu, untuk memasuki kawasan Cemoro Lawang saja sulit. Ada empat “pintu  masuk” Bromo: Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang.  



Jika lewat Probolinggo dengan kendaraan pribadi, sebelum masuk kota ambil arah barat menuju Tongas, kemudian ke selatan menuju Sukapura, langsung ke Ngadisari. Angkutan umum rute Probolinggo-Sunkapura-Ngadisari juga ada. Untuk ke kawah Bromo, ada angkutan khusus jenis jip. Tarif sewanya sekitar Rp 130 ribu/jip.Lewat




Pasuruan ada dua jalur: Purwodadi-Nongkojajar-Wonokitri, terus naik ke Penanjakan, dan jalur tengah kota-Warungdowo-Tosan-Wonokitri. Lewat Malang dan arah man pun menuju Kecamatan Tumpang-Poncokusumo-Ngadas hingga sampai di Jeplang. Dari Lumajang bias ditempuh lewat Senduro-Ranupane-Jeplang Pukul 00.00 WIB pada hari “H’” Wisatawan bisa mengikuti prosesi para dukun menuju puncak Bromo Blla hendak mengikuti ritualnya




Siapkan perlengkapan upacara, antara lain kemenyan yang bisa dibeli di Cemoro Lawang Serahkan kemrnyan kepada dukun. Mantera Pun akan dibacakan . Kemudian  bersama-sama menuju kawah Bromo untuk melakukan ritual doa dan melempar labuhan. 

Sumber  : Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur

Asal Mula Kasada/Kasodo Suku Tengger

Dahulu hiduplah satu keluarga yang tenteram. Suami isteri tersebut bernama Ki Seger dan Nyai Anteng. Mereka berdua suami isteri hidup rukun. Tidak pernah terlintas kemurungan maupun kesedihan dalam wajahnya. Sungguh mereka merasakan nikmat kebutuhan hidup mereka. Keadaan alam sekitar tempat tinggal suami isteri tersebut sangatlah menyenangkan.
Udara bersih, tanah subur, air sungai mengalir dengan bersihnya. Memang suasana alam pun ikut membantu kedamaian hidup suami isteri. Hari-hari telah dilaluinya dengan cepat. Usia pun merambat dengan cepat.
Kebahagiaan dan kedamaian telah dilaluinya. Barulah mereka tersentak dan sadar bahwa mereka pun merasakan kesepian tanpa kehadiran anak sampai usia senja.
Keinginan mempunyai anak semakin besar. Mereka menempuh jalan dengan cara bersemedi agar mendapatkan anak. Setiap hari mereka berdoa di kaki Gunung Bromo. Karena doa dan tapa tiada henti setiap hari, akhirnya mereka pun dikabulkan oleh Dewa Brahma.
Pada saat bertapa, Nyai Anteng mendengar suara bahwa kelak ia akan melahirkan dua puluh lima orang anak, asal anak pertama harus dikorbankan.
Saat itu Nyai Anteng menyatakan kesediaannya. Yang penting segera dikaruniai anak. Waktu berjalan terus. Apa yang didengar waktu bersemedi menjadi kenyataan. Nyai Anteng hamil. Mereka berdua merasa senang dan bahagia, karena anak yang didambakan akhirnya akan datang juga.
Setelah genap bulannya, Nyai Anteng melahirkan seorang anak laki-laki. Anak tersebut diberi nama Kusuma. Bayi tersebut tumbuh dengan cepatnya. Badannya sehat, dan lagi wajahnya tampan. Mereka memelihara anak dengan penuh kasih saying. Anak Nyai Anteng pun genaplah berjumlah 25 orang anak. Mereka hidup dengan penuh kegembiraan dan ketenteraman. Sampai-sampai Nyai Anteng dan Ki Suger lupa akan janjinya.
Meski lama tenggang waktunya, namun janji tetaplah janji. Pada saatnya akan ditagih juga. Gunung Bromo mulai meberi tanda-tanda peringatan. Suara Gunung Bromo gemuruh, asap berkepul-kepul. Nyai Anteng dan Ki Seger pun teringat akan janjinya.
Perasaan sedih dan sesal meresahkan hati mereka. Bagaimana mungkin mereka akan tega melemparkan anak kesayangannya ke kawah Gunung Bromo? Mereka berdua berusah menghilangkan perasaan sedih. Seandainya dapat diganti persembahan kepada dewa di Gunung Bromo bukan anaknya melainkan dirinya. Hal itu tak mungkin terjadi. Dewa menghendaki anaknya yang pertama, bukan dirinya yang sudah tua.
Dari hari ke hari, Nyai Anteng semakin menderita tekanan batin, karena harus menyerahkan anak pertama yang paling tampan dan paling disayang. Sementara Gunung Bromo semakin bereaksi terus. Letusan-letusan mulai terjadi, lelehan lahar pun dengan derasnya. Saat itu pun Nya Anteng bermimpi bahwa Dewa Brahma menagih janji. Bila tidak ditepati, kedua puluh lima anaknya sekaligus akan diminta secara paksa.
Selesai mendengar ucapan Dewa Brahma, terbangun Nyai Anteng dari tidurnya. Ia tidak dapat berbicara, ia hanya menangis terus, teringat akan mimpinya.
Kusuma anak pertama, sudah menginjak dewasa. Ia melihat ibunya sedih terus setiap hari. Maka bertanyalah Kusuma kepada ibunya, “Mengapa ibu Nampak sedih? Apakah boleh saya mengetahui sebab musababnya, Bu?”
Jawab Nyai Anteng, “Anakku, Kusuma! Ibumu harus mengorbankan engkau di kawah Gunung Bromo. Ibumu tidak sampai hati untuk melemparkan dirimu, Nak! Apabila tidak, semua saudaramu dan engkau akan diambil secara paksa oleh Dewa Brahma.”
Mendengar kata-kata ibunya, Kusuma tertegun diam seribu bahasa. Hatinya sedih. Namun kemudian ia berkata. “Sudahlah, Bu! Hilangkan perasaan hati ibu. Saya bersedia menjadi korban demi ayah ibu, adik-adik serta keselamatan orang-orang Tengger pada umumnya. Saya rela menjadi korban, Bu!”
Begitu terharu mendengar kata-kata anaknya hingga sang ayah dan ibunya jatuh pingsan. Pada hari yang telah ditentukan, dibawalah Kusuma ke kawah Gunung Bromo. Ia diserahkan sebagai korban. Kemudian ia dilemparkan ke kawah Gunung Bromo dengan disaksikan oleh orang-orang di sekitar kaki Gunung Bromo.
Korban Kusuma oleh Nyai Anteng dan Ki Seger diterima oleh Dewa. Sejak peristiwa itu Gunung Bromo tidak lagi terdengar suara gemuruh. Jadilah Gunung Bromo tenteram, tenang, kembali seperti semula. Petani mulai mengerjakan sawah dengan tenteram dan aman. Demikian juga Nyai Anteng dan Ki Seger serta kedua puluh empat anaknya hidup dengan tenang. Sampai kini masyarakat Tengger mengadakan upacara korban di bawah Gunung Bromo untuk menghormati roh Kusuma. Namun yang dijadikan korban bukan lagi manusia melainkan berupa sesaji kepala kerbau dan hasil panen lainnya. ***
Sumber  : berbagai tulisan

Note : Upacara Kasada Tahun 2013 jatuh pada tanggal 23-24 Juli 2013

Selasa, 16 Juli 2013

Hikmah Puasa Ramadhan

Hikmah Puasa Ramadhan ~ Pada kesempatan yang berbahagia ini kami selaku admin Blog akan sedikit berbagi artikel yang mungkin bisa bermanfaat untuk sahabat pembaca selama Bulan Ramadhan ini berlangsung. Berikut ini kami telah update hikmah-hikmah dari berpuasa ramadhan yang bisa Anda simak langsung dengan detail. Sebagian hikmah puasa bisa dilihat dalam firman Allah yang artinya: "Agar kalian bertakwa." Takwa adalah buah yang diharapkan dan dihasilkan oleh puasa.Buah tersebut akan menjadi bekal orang beriman dan perisai baginya agar tidak terjatuh dalam jurang kemaksiatan. Seorang ulama sufi pernah berkata tentang pengaruh takwa bagi kehidupan seorang muslim; “Dengan bertakwa, para kekasih Allah akan terlindungi dari perbuatan yang tercela, dalam hatinya diliputi rasa takut kepada Allah sehingga senantiasa terjaga dari perbuatan dosa, pada malam hari mengisi waktu dengan kegiatan beribadah, lebih suka menahan kesusahan daripada mencari hiburan, rela merasakan lapar dan haus, merasa dekat dengan ajal sehingga mendorongnya untuk memperbanyak amal kebajikan". 

Takwa merupakan kombinasi kebijakan dan pengetahuan, serta gabungan antara perkataan dan perbuatan. Puasa Ramadhan akan membersihkan rohani kita dengan menanamkan perasaan kesabaran, kasih sayang, pemurah, berkata benar, ikhlas, disiplin, terhindar dari sifat tamak dan rakus, percaya pada diri sendiri dan sebagainya. Meskipun makanan dan minuman itu halal, kita menahan diri untuk tidak makan dan minum dari semenjak fajar hingga terbenamnya matahari, karena mematuhi perintah Allah. Begitu juga isteri kita sendiri, kita tidak mencampurinya ketika masa berpuasa demi mematuhi perintah Allah SWT. Ayat puasa itu dimulai dengan firman Allah: "Wahai orang-orang yang beriman" dan diakhiri dengan: "Mudah-mudahan kamu menjadi orang yang bertakwa". Jadi jelaslah bagi kita bahwa puasa Ramadhan berdasarkan keimanan dan ketakwaan. Untuk menjadi orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah kita diberi kesempatan selama bulan Ramadhan: melatih diri dari menahan hawa nafsu, makan dan minum, mencampuri isteri, menahan diri dari perkataan dan perbuatan yang sia-sia seperti berkata bohong, membuat fitnah dan tipu daya, merasa dengki dan khianat, memecah belah persatuan umat, dan berbagai perbuatan jahat lainnya. Rasullah SAW bersabda:"Bukanlah puasa itu hanya sekedar menghentikan makan dan minum tetapi puasa itu ialah menghentikan omong kosong dan kata-kata kotor." (HR. Ibnu Khuzaimah). 

Beruntunglah mereka yang dapat berpuasa selama bulan Ramadhan, karena puasa itu bukan saja dapat membersihkan ruhani manusia, tapi juga akan membersihkan jasmani manusia itu sendiri, puasa sebagai alat penyembuh yang baik. Semua alat pada tubuh kita senantiasa digunakan, boleh dikatakan alat-alat itu tidak pernah istirahat selama 24 jam. Alhamdulillah dengan berpuasa kita dapat mengistirahatkan alat pencernaan lebih kurang selama 12 jam setiap harinya. Oleh karena itu dengan berpuasa, organ dalam tubuh kita dapat bekerja dengan lebih teratur dan efektif. Perlu diingat, ibadah puasa Ramadhan akan membawa faedah bagi kesehatan ruhani dan jasmani kita apabila dilaksanakan sesuai dengan panduan yang telah ditetapkan, jika tidak, maka hasilnya tidak seberapa malah mungkin ibadah puasa kita sia-sia belaka. Allah SWT berfirman "Makan dan minumlah kamu dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al-A'raf:31) Nabi SAW juga bersabda "Kita ini adalah kaum yang makan apabila merasakan lapar, dan makan dengan secukupnya (tidak kenyang)."

Tubuh kita memerlukan makanan yang bergizi sesuai keperluan tubuh kita. Jika kita makan berlebih-lebihan sudah tentu ia akan membawa mudarat kepada kesehatan kita. Bisa menyebabkan badan menjadi gemuk, efek lainnya adalah mengakibatkan sakit jantung, darah tinggi, penyakit kencing manis, dan berbagai penyakit lainnya. Dengan demikian maka puasa bisa dijadikan sebagai media diet yang paling ampuh dan praktis. Puasa tidak diwajibkan sepanjang tahun, juga tidak dalam waktu yang sebentar melainkan pada hari-hari yang terbatas, yaitu hari-hari bulan Ramadan, dari mulai terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Karena, jika puasa diwajibkan secara terus menerus sepanjang tahun atau sehari semalam tanpa henti, tentu akan memberatkan. Begitu juga jika hanya untuk waktu separuh hari, tentu tak akan memiliki pengaruh apa-apa, akan tetapi puasa diwajibkan untuk waktu sepanjang hari mulai dari terbit fajar hingga matahari terbenam, dan dalam hari-hari yang telah ditentukan. Selain keringanan dalam masalah waktu, Allah juga membuktikan kasih sayang-Nya kepada hamba dengan memberikan keringanan-keringanan yang lain, di antaranya kepada: orang sakit (yang membahayakan dirinya jika berpuasa) dan orang yang menempuh perjalanan jauh (yang memberatkan dirinya jika melaksanakan puasa) diperbolehkan untuk berbuka dan menggantinya pada hari yang lain, sesuai dengan jumlah puasa yang ia tinggalkan. Dengan kalam-Nya Allah telah menegaskan kepada manusia, keutamaan puasa di bulan suci Ramadhan sebagai bulan keberkahan, dimana Allah memberikan nikmat sekaligus mukjizat yang begitu agung kepada hamba-Nya berupa turunnya Al-Qur'an. Ayat-ayat Al-Qur'an juga menjelaskan betapa Tuhan begitu dekat dengan hambanya, Ia selalu menjawab do'a mereka di mana dan kapan pun mereka berada, tidak ada pemisah antara keduanya. Maka sudah selayaknya bagi seorang muslim, untuk selalu berdo'a, memohon ampunan kepada Tuhannya, beribadah dengan tulus-ikhlas, beriman, dan tidak menyekutukan-Nya, dengan harapan Allah akan mengabulkan semua do'a dan permintaannya. Diriwayatkan bahwa sekumpulan orang pedalaman bertanya kepada Nabi SAW : "Wahai Muhammad! Apakah Tuhan kita dekat, sehingga kami bermunajat (mengadu dan berdoa dalam kelirihan) kepada-Nya, ataukah Ia jauh sehingga kami menyeru (mengadu dan berdoa dengan suara lantang) kepada-Nya?"Maka turunlah ayat: "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. (QS. Al-Baqarah/2: 186) Allah telah memberikan beberapa pengecualian bagi umat Muhammad dalam menjalankan ibadah puasa, seperti dibolehkannya seorang suami untuk memberikan nafkah batin kepada isterinya pada malam bulan Ramadhan, kecuali pada waktu I'tikaf di masjid, karena waktu tersebut adalah waktu di mana manusia seharusnya mendekatkan diri kepada Allah tanpa disibukkan dengan perkara yang lain. Diantara hikmah puasa yang dapat dicatat juga adalah sebagai wijaa, perisai atau pelindung: Rasulullah SAW menyuruh orang yang kuat "syahwatnya" dan belum mampu untuk menikah agar berpuasa, menjadikannya sebagai wijaa (memutuskan syahwat jiwa) bagi syahwat ini, karena puasa eksistensi dan subtansialnya adalah menahan dan menenangkan dorongan kuatnya anggota badan hingga bisa terkontrol serta seluruh kekuatan (dorongan dari dalam) sampai bisa taat dan dibelenggu dengan belenggu puasa. Telah jelas bahwa puasa memiliki pengaruh yang menakjubkan dalam menjaga anggota badan yang nyata/dhahir dan kekuatan bathin. Oleh karena itu Rasulullah SAW bersabda "Wahai sekalian para pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu ba'ah (mampu menikah dengan berbagai persiapannya) hendaklah menikah, karena menikah lebih menundukkan pandangan, dan lebih menjaga kehormatan. Barangsiapa yang belum mampu menikah, hendaklah puasa karena puasa merupakan wijaa' (pemutus syahwat) baginya". (HR. Bukhari 4/106 dan Muslim no. 1400 dari Ibnu Mas'ud). Rasulullah SAW telah menjelaskan bahwa surga diliputi dengan perkara-perkara yang tidak disenangi (seperti menahan syahwat dsb), dan neraka diliputi dengan syahwat. Jika telah jelas demikian, sesungguhnya puasa itu menghancurkan syahwat, mematahkan tajamnya syahwat yang bisa mendekatkan seorang hamba ke neraka, puasa menghalangi orang yang berpuasa dari neraka. 

Oleh karena itu banyak hadits yang menegaskan bahwa puasa adalah benteng dari neraka, dan perisai yang menghalangi seseorang darinya. Bersabda Rasulullah SAW "Tidaklah seorang hamba yang berpuasa di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim". (HR. Bukhari 6/35, Muslim 1153 dari Abu Sa'id Al-Khudry. Ada redaksi lain yaitu telah bersabda Rasulullah SAW : "tujuh puluh musim", yakni : perjalanan tujuh puluh tahun, demikian dijelaskan dalam kitab Fathul Bari 6/48). Rasulullah SAW bersabda "Puasa adalah perisai, seorang hamba berperisai dengannya dari api neraka" (HR. Ahmad 3/241, 3/296 dari Jabir, Ahmad 4/22 dari Utsman bin Abil 'Ash. Ini adalah hadits shahih). Dan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda "Barangsiapa yang berpuasa sehari di jalan Allah maka di antara dia dan neraka ada parit yang luasnya seperti antara langit dengan bumi". Sebagian ulama telah memahami bahwa hadits-hadits tersebut merupakan penjelasan tentang keutamaan puasa ketika jihad dan berperang di jalan Allah. Namun dhahir/redaksi hadits ini mencakup semua puasa jika dilakukan dengan ikhlas karena mengharapkan ridha Allah SWT, ini sesuai dengan apa yang dijelaskan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassalam termasuk puasa di jalan Allah (seperti yang disebutkan dalam hadits ini). itulah beberapa hikmah yang bisa dipetik selama ramadhan, semoga bermanfa'at. wallahu'alambisshawab. "Wahai orang-orang yang beriman ! Diwajibkan kepada kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu,supaya kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa." (S.al-Baqarah:183) PUASA menurut syariat ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa (seperti makan, minum, hubungan kelamin, dan sebagainya) semenjak terbit fajar sampai terbenamnya matahari,dengan disertai niat ibadah kepada Allah,karena mengharapkan ridho-Nya dan menyiapkan diri guna meningkatkan Taqwa kepada-Nya. RAMADHAN bulan yang banyak mengandung Hikmah didalamnya.Alangkah gembiranya hati mereka yang beriman dengan kedatangan bulan Ramadhan. Bukan sahaja telah diarahkan menunaikan Ibadah selama sebulan penuh dengan balasan pahala yang berlipat ganda,malah dibulan Ramadhan Allah telah menurunkan kitab suci al-Quranulkarim,yang menjadi petunjuk bagi seluruh manusia dan untuk membedakan yang benar dengan yang salah. Puasa Ramadhan akan membersihkan rohani kita dengan menanamkan perasaan kesabaran, kasih sayang, pemurah, berkata benar, ikhlas, disiplin, terthindar dari sifat tamak dan rakus, percaya pada diri sendiri, dsb. Meskipun makanan dan minuman itu halal, kita mengawal diri kita untuk tidak makan dan minum dari semenjak fajar hingga terbenamnya matahari,karena mematuhi perintah Allah.Walaupun isteri kita sendiri, kita tidak mencampurinya diketika masa berpuasa demi mematuhi perintah Allah s.w.t. Ayat puasa itu dimulai dengan firman Allah:"Wahai orang-orang yang beriman" dan disudahi dengan:" Mudah-mudahan kamu menjadi orang yang bertaqwa."Jadi jelaslah bagi kita puasa Ramadhan berdasarkan keimanan dan ketaqwaan.Untuk menjadi orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah kita diberi kesempatan selama sebulan Ramadhan,melatih diri kita,menahan hawa nafsu kita dari makan dan minum,mencampuri isteri,menahan diri dari perkataan dan perbuatan yang sia-sia,seperti berkata bohong, membuat fitnah dan tipu daya, merasa dengki dan khianat, memecah belah persatuan ummat, dan berbagai perbuatan jahat lainnya.Rasullah s.a.w.bersabda: "Bukanlah puasa itu hanya sekedar menghentikan makan dan minum tetapi puasa itu ialah menghentikan omong-omong kosong dan kata-kata kotor." (H.R.Ibnu Khuzaimah) Beruntunglah mereka yang dapat berpuasa selama bulan Ramadhan, karena puasa itu bukan sahaja dapat membersihkan Rohani manusia juga akan membersihkan Jasmani manusia itu sendiri, puasa sebagai alat penyembuh yang baik. Semua alat pada tubuh kita senantiasa digunakan, boleh dikatakan alat-alat itu tidak berehat selama 24 jam. Alhamdulillah dengan berpuasa kita dapat merehatkan alat pencernaan kita lebih kurang selama 12 jam setiap harinya. Oleh karena itu dengan berpuasa, organ dalam tubuh kita dapat bekerja dengan lebih teratur dan berkesan. Perlu diingat ibadah puasa Ramadhan akan membawa faaedah bagi kesehatan rohani dan jasmani kita bila ditunaikan mengikut panduan yang telah ditetapkan, jika tidak maka hasilnya tidaklah seberapa malah mungkin ibadah puasa kita sia-sia sahaja. Allah berfirman yang maksudnya: "Makan dan minumlah kamu dan janganlah berlebih-lebihan sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (s.al-A'raf:31) Nabi s.a.w.juga bersabda: "Kita ini adalah kaum yang makan bila lapar, dan makan tidak kenyang." Tubuh kita memerlukan makanan yang bergizi mengikut keperluan tubuh kita. Jika kita makan berlebih-lebihan sudah tentu ia akan membawa muzarat kepada kesehatan kita. Boleh menyebabkan badan menjadi gemuk, dengan mengakibatkan kepada sakit jantung, darah tinggi, penyakit kencing manis, dan berbagai penyakit lainnya. Oleh itu makanlah secara sederhana, terutama sekali ketika berbuka, mudah-mudahan Puasa dibulan Ramadhan akan membawa kesehatan bagi rohani dan jasmani kita. Insy Allah kita akan bertemu kembali. Allah berfirman yang maksudnya: "Pada bulan Ramadhan diturunkan al-Quran pimpinan untuk manusia dan penjelasan keterangan dari pimpinan kebenaran itu, dan yang memisahkan antara kebenaran dan kebathilan. Barangsiapa menyaksikan (bulan) Ramadhan, hendaklah ia mengerjakan puasa. (s.al-Baqarah:185)

Semoga dengan sedikit artikel dari kami mengenai Hikmah Puasa Ramadhan dapat bermanfaat untuk sahabat pembaca,Sekian dan terima kasih atas kunjungan.